Sahabat Inspirator: Afifuddin Suhaili Kalla

Sahabat Inspirator: Afifuddin Suhaili Kalla

Afifuddin Suhaeli Kalla, seorang pengusaha muda yang memilih fokus dalam berbisnis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Mikro Hidro di sejumlah perusahan milik keluarganya seperti PT. Bukaka Energy, PT. Malea Energy, dan PT. Tamboli Energy.

“Seorang pengusaha harus fokus dan sabar dalam menjalankan bisnisnya sesuai dengan piihan nuraninya. Saya memilih untuk meneruskan usaha keluarga sebagai generasi ketiga dari Kalla Grup, khususnya di bidang PLTA dan PLT Mikro Hidro,” tutur Afifuddin.

Bisnis ini, lanjutnya, merupakan pengembangan dari bisnis keluarga yang berawal dari jual beli mobil Toyota di Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat itu, tahun 1967, perusahaannya bernama NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company.

Afifuddin Kalla mengakui jika keluarga besarnya, sebagai pemilik bangunan hotel, tidak pernah mendapatkan royalti apa pun selama 18 tahun. Hal ini terjadi karena manajemen hotel gagal mendapatkan laba dalam bisnisnya. “Saya banyak belajar dari pengalaman bisnis keluarga kami,” ujarnya.

Selain di bidang PLTA dan PLT Mikro hidro, Afifuddin Kalla juga berbisnis di bidang pertambangan nikel melalui PT. Bumi Mineral Sulawesi. Ia juga melanjutkan pendidikannya di jurusan Administrasi Bisnis, Keler Graduates School of Management, San Fransisco.

Ia juga menerapkan ilmunya sebagai Wakil Kepala Keuangan (Deputy Financial Officer) di PT. Bukaka Teknik Utama, dan selaku Analis Keuangan Junior (Junior Financial Analyst) di PT. Dinamika Usahajaya.

“Salah satu kunci untuk mempertahankan bisnis keluarga dalam jangka panjang adalah keadilan kepada generasi selanjutnya. Ketidakadilan hanya akan meruntuhkan bisnis keluarga besar yang telah dirintis,” papar Afifuddin.

Menurutnya, perusahaan yang tergabung dalam keluarga besarnya memiliki holding tunggal, yakni NV. Hadji Kalla. “Seperti pohon yang meiliki cabang dan ranting, seperti itulah perkembangan perusahaan keluarga kami,” paparnya.

Terkait strategi pengembangan usaha ke depan, ucapnya, seorang pengusaha tidak boleh tanggung-tanggung, investasi jangan setengah-setengah. “Kita harus berani membuat visi perusahaan hingga 50 tahun ke depan,” tegasnya.

Setelah lulus dari UI pada 2009, Afifuddin sempat magang selama satu setengah tahun hingga tahun 2010. Selama proses magang di bagian keuangan ini, ia mendapat tugas untuk membuat surat-surat perusahaan ke pihak luar dan menghitung bon-bon perusahaan. “Saat itu, saya tidak diberikan tangung jawab besar,” paparnya.

Titik balik mulai muncul ketika Afifuddin mengambil Program Magister (MBA) diAmerika Serikat selama dua tahun. Saat itu, ia baru mengerti dunia kerja yang sesungguhnya. Setelah lulus kuliah, ia sempat bekerja tanpa posisi di perusahaan keluarga selama tiga bulan.

“Lalu, saya ditawarkan bekerja untuk memegang empat anak perusahaan milik keluarga yang bergerak di bisnis PLT Mikro Hidro. Saat itu, kondisi keempatnya ialah satu perusahaan sudah mendapatkan proyek, dua perusahaan sedang dalam proses mendpatkan proyek, dan satu perusahaan lagi belum mendapatkan proyek apa pun,” jelasnya.

Selama satu tahun memegang perusahaan, Afifuddin akhirnya berhasil mendapatkan pinjaman finansial dan akhirnya keempat perusahaan itu berhasil mendapatkan proyek di bidnag PLT Mikro Hidro.

Afifuddin mengaku belajar untuk memimpin saat aktif di organisasi AIESEC sewaktu menempuh kuliah di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI). Ia juga yakin semua orang punya talenta dan kesempatan untuk memimpin perusahaan. “Pengalaman ini sangat berguna untuk belajar menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

“Seorang pemimpi harus berani mengambil resiko, termasuk ketika memimpin perusahaan. Dalam menjalankan bisnisnya, Afifuddin pun mengakui pengaruh keluarga sangat besar, khususnya dari ibunda yang selalu memberikan nasehat baginya,” jelas Afifuddin.

Bagi para pengusaha pemula, Afifuddin memberikan kiat-kiat kepada mereka untuk selalu memulai usaha dari bawah dan secara bertahap meningkatkan level usaha kita. “Start for lower and you rise up high,” paparnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Skills

Posted on

May 19, 2016

Leave a Reply