Sahabat Inspirator: Said Aldi Al Idrus

Sahabat Inspirator: Said Aldi Al Idrus

Said Aldi Al Idrus, Pengusaha muda multi talenta yang sangat aktif berorganisasi danmemiliki jaringan internasional yang baik. Pengusaha kelahiran Medan, 23 Mei 1973 ini, sekarang dipercaya mengemban amanat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Ia juga dipercaya mengemban amanat sebagai Rektor Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi (PT), serta Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Jakarta. Ia juga didaulat sebagai penerima anugerah tertinggi DMDI Malaysia dengan gelar kehormatan Tun Tumenggung atas jas-jasanya merawat hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

Anugerah ini diserahkan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri H. Muhyiddin Yasin, dengan disaksikan Presiden DMDI, Datok Seri H. Mochmmad Ali Rustam, dan Ketua Menteri Malaka, Datok Seri Ir. Idrus Harun.

Saat ini, Said Aldi dipercaya menjadi ketua panitia Jambore HIPMI PT Se-ASEAN yang rencananya akan digelar di Telkom University, Kabupaten Bandung, dan akan dihadiri oleh 4.000 mahasiswa anggota HIPMI PT dari seluruh Indonesia ditambah peserta dari negara-negara ASEAN.

Pengusaha kerajinan alat musik rebana (kendng) yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, berkemauan besar, disiplin, dan sangat menghargai waktu ini juga sering memakai kopiah sebagai budaya dan identitas khas bangsa Indonesia. Jiwa nasionalisme yang tinggi membuatnya ingin meningkatan jumlah wirausahawan Indonesia.

Hal ini ia wujudkan dalam program dan tekad baja untuk menumbuhkan satu juta jumlah wirausahawan baru di Indonesia, khususnya dari kalangan pemuda dan aktivis masjid. Tekad ini berangkat dari keprihatinannya saat melihat dan mengalami minimnya jumlah pengusaha di Indonesia dengan angka di bawah dua persen dibandingkan jumlah penduduk.

“Apalagi daya saing bangsa masih lemah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, padahal Indonesia adalah negara dengan kondisi geografis terluas dan populasi terbesar di Asia Tenggara, dan terbesar kelima di dunia. Indonesia juga negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbear di dunia yang kaya sumber daya alam,” tutur Said Aldi pada Selasa (17/5) .

Tujuan besarnya, lanjutnya, ialah mengurangi jumlah pengangguran terbuka di masyarakat sehingga problem kemiskinan di Indonesia dapat ditanggulangi secara bertahap dan terencana. Saat ini, kemiskinan dan pengangguran menjadi ancaman sosial dan masalah besar bagi bangsa Indonesia.

“Program ini membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dari pemerintah, pihak swasta, dan organisasi kemasyarakatan. Salah satu program yang sedang berjalan adalah pembentukan koperasi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota serta pelatihan kewirausahaan untuk pemuda masjid di berbagai daerah,” paparnya.

Secara khusus, Said Aldi juga mengapresiasi kebijakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) yang telah memberikan modal bergulir sebesar Rp 15 – 20 juta kepada para pemuda masjid sebagai modal awal untuk berusaha.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Skills

Posted on

May 19, 2016

Leave a Reply