Sahabat Inspirator: Bahlil Lahadahlia

Sahabat Inspirator: Bahlil Lahadahlia

Sapu lidi baru bisa membersihkan kotoran kalau diikat jadi satu. Tapi kalau dicabut lidinya satu per satu, maka lidi itu sudah tidak bernilai lagi karena tidak dapat membersihkan kotoran. Filosofi ini menjadi salah satu prinsip Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), H. Bahlil Lahadahlia, S.E., dalam memimpin organisasi, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga HIPMI.

Pemilik beberapa perusahaan dibawah  PT. Rifa Capital ini juga mengagumi pemimpin yang memiliki kecepatan bertindak lebih cepat dari kecepatan berpikir. Dengan filosofi sapu lidi dan kecepatan bertindak itulah Bahlil memimpin HIPMI saat ini. Maknanya, ia menginginkan kebersamaan dan sinergi dalam setiap langkah, program, dan kebijakan organisasi yang dipimpinnya.

Bahlil juga tipe seorang pemimpin yang berani mengambil resiko dengan mengutamakan kecepatan bertindak daripada berpikir. Terlalu banyak berpikir dapat menyebabkan seorang pemimpin lamban dalam mengambil keputusan dan organisasi kehilangan peluang besar untuk bergerak lebih maju.

Alumni Strata Satu (S1) dari Jurusan Manajemen Keuangan, STIE Port Numbay, Jayapura, Papua, ini merupakan putra asli Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat. Ia pernah mengalami masa-masa sulit ketika masih bersekolah di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Fafak, saat bekerja paruh waktu sebagai supir angkot dan penjual koran, semata-mata untuk bertahan hidup dan menyokong ekonomi keluarga.

“Ada tiga sifat utama yang harus dimiliki seorang pengusaha, yakni ketekunan, kerja keras, dan pantang menyerah. Adpun modal (material) bukanlah hal utama untuk menjadi pengusaha.

Menurutnya, kreativitas dan jaringan untuk mencari dan melihat peluang usaha jauh lebih penting daripada modal. “Di Indonesia, banyak sekali peluang usaha yang ada, apalagi negara kita cukup luas dan memiliki potensi yang melimpah. Hal terpenting ialah kita berani memulainya,” tegas Bahlil.

Pria kelahiran 7 Agustus 1976 ini juga mengaku hobi membaca koran semasa aktif di Senat Mahasiswa dan beragam organisasi seperti HIPMI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menurutnya, minat baca ini sangat penting untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru tentang Papua dan Indonesia secara umum.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Skills

Posted on

May 19, 2016

Leave a Reply